Misteri Uang Puluhan Juta Rupiah Berceceran di Saluran Irigasi Plumbon Batang

Misteri Uang Puluhan Juta Rupiah Berceceran di Saluran Irigasi Plumbon Batang

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Sedari pagi hingga petang, Jumat (20/11/2020) sore, warga Desa Plumbon, Kecamatan Limpung, Batang, Jawa Tengah, menyusuri areal persawahan dan pemakaman. 


Mereka sibuk mencari-cari di sepanjang saluran irigasi pertanian.

Pasalnya, pada pagi hari sejumlah petani menemukan uang tersebar berceceran di aliran saluran tersebut. 

Terdiri atas pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu.

Jumlahnya tidak main-main, ada petani yang mengumpulkan hingga hampir Rp 10 juta. 

Kabar keberadaan uang misterius itu pun mencuat.

Warga kemudian berbondong-bondong menyisir areal persawahan di desa mereka. 

Kejelasan pemilik uang yang ditaksir total Rp 100-an juta dan tersebar di aliran irigasi itu masih misteri. 

Menurut Nur Khamid, satu dari sejumlah petani yang mendapatkan uang tersebut, lembaran uang Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu itu seolah hanyut terbawa aliran air. 

"Awalnya saya hanya menemukan Rp 100 ribu.

Saat itu saya hendak membersihkan aliran irigasi di ladang," katanya kepada Tribunjateng.com di rumahnya.

Dia semula menganggapnya sebagai uang seseorang yang jatuh dari kantong ketika berjalan di sekitar aliran irigasi.

Betapa terkejutnya Nur Khamid ketika ada sejumlah lembar lain yang mengapung-apung di aliran irigasi.

"Uangnya tidak cuma basah, ada yang terkena lumpur.

Satu per satu saya pungut di sepanjang aliran irigasi.

Saya kumpulkan, ternyata jumlahnya banyak," paparnya.

Bukan hanya Nur yang menemukan lembaran uang tersebut. 

"Banyak (orang) yang mendapatkan namun jumlahnya saya tidak tahu.

Kalau saya hampir Rp 10 juta," jelasnya.

Uang yang dipungut itu dia bawa ke rumah untuk dibersihkan. 

"Saya jemur di dapur supaya kering.

Uang tersebut belum saya gunakan untuk membeli barang, saya simpan.

Siapa tahu pemiliknya mencari uang tersebut," jelasnya. 

Agus Arjito, Kepala Desa Plumbon, menuturkan para petani mendapati uang tersebut mulai pukul 05.00 WIB.

"Setelah itu, warga beramai-ramai mencari uang lain di areal persawahan.

Bahkan sampai menjelang petang baru pulang ke rumah," kata Agus. 

Dia sempat membawa contoh uang tersebut ke kantor BRI di dekat balai desa.

Pegawai bank yang memeriksanya memakai alat deteksi menyatakan uang tersebut asli. 

"Uang itu asli bukan uang palsu.

Total uang yang bisa kami data di angka Rp 23 juta, itu belum yang ditemukan warga lain.

Kami baru mendata 12 petani yang pertama kali menemukan uang tersebut," imbuhnya. 

Pemerintah Desa Plumbon sudah berkoordinasi dengan desa di sekitanya mengenai uang tersebut.

"Sejauh ini tidak ada yang merasa kehilangan uang, apalagi jumlahnya puluhan juta," tambahnya. (bud)




Penulis: budi susanto
Editor: abduh imanulhaq

Uang Puluhan Juta Berceceran di Saluran Irigasi, Satu Petani Dapat Rp 10 Juta Kompas.com - 22/11/2020, 11:22 WIB Bagikan: Komentar 2 Ilustrasi uang kertas. Lihat Foto Ilustrasi uang kertas.(AFP) Editor Rachmawati KOMPAS.com - Uang puluhan juta tercecer di sepanjang saluran irigasi pertanian di Desa Plumbon, Kecamatan Limpung, Batang, Jawa Tengah sejak Jumat (20/11/2020) pagi. Uang yang tercecer terdiri dari pecahan uang Rp 50.000 dan Rp 100.000. Jumlahnya tak main-main. Ada petani yang mengumpulkan uang hingga Rp 1 juta. Kabar tersebut mencuat di masyarakat. Jumat sore banyak warga yang menyusuri areal persawahan dan pemakaman. Mereka mencari uang di sepanjang saluran irigasi pertanian. Baca juga: Beredar Video Viral Dugaan Politik Uang Calon Bupati Bantul, Bawaslu Masih Telusuri Dilansir dari Tribun Jateng, Nur kHamid salah seorang petani bercerita jika lembaran uang tersebut seolah hanyut terbawa aliran air. "Awalnya saya hanya menemukan Rp 100 ribu. Saat itu saya hendak membersihkan aliran irigasi di ladang," katanya kepada Tribunjateng.com di rumahnya. Ia menganggap uang itu milik seseorang yang jatuh dari kantong ketika berjalan di sekitar aliran irigasi. Baca juga: KPK Dalami Dugaan Pemberian Uang kepada Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin Namun tetapa terkejutnya Nur Khamid saat ia melihat lembaran uang lain yang mengapung di aliran irigasi. "Uangnya tidak cuma basah, ada yang terkena lumpur. Satu per satu saya pungut di sepanjang aliran irigasi. Saya kumpulkan, ternyata jumlahnya banyak," paparnya. Bukan hanya Nur yang menemukan lembaran uang tersebut tapi juga warga yang lain. "Banyak (orang) yang mendapatkan namun jumlahnya saya tidak tahu. Kalau saya hampir Rp 10 juta," jelasnya. Uang yang dipungut itu dia bawa ke rumah untuk dibersihkan. "Saya jemur di dapur supaya kering. Uang tersebut belum saya gunakan untuk membeli barang, saya simpan. Siapa tahu pemiliknya mencari uang tersebut," jelasnya. Baca juga: Kasus Raibnya Uang Winda Earl, Polisi Sita Aset Kepala Cabang Maybank Cipulir Bank nyatakan uang itu asli Ilustrasi uang Lihat Foto Ilustrasi uang(KOMPAS/HERU SRI KUMORO) Sementara itu Agus Arjito, Kepala Desa Plumbon, mengatakan para petani mendapati uang tersebut mulai pukul 05.00 WIB. "Setelah itu, warga beramai-ramai mencari uang lain di areal persawahan. Bahkan sampai menjelang petang baru pulang ke rumah," kata Agus. Agus mengaku sempat membawa contoh uang tersebut ke kantor BRI di dekat balai desa. Pegawai bank yang memeriksanya memakai alat deteksi menyatakan uang tersebut asli. "Uang itu asli bukan uang palsu. Total uang yang bisa kami data di angka Rp 23 juta, itu belum yang ditemukan warga lain." "Kami baru mendata 12 petani yang pertama kali menemukan uang tersebut," imbuhnya. Baca juga: Harga Jual Rp 26 Miliar, Penemu Batu yang Diduga Meteor Dapat Uang Rp 200 Juta, Ini Ceritanya Pemerintah Desa Plumbon sudah berkoordinasi dengan desa di sekitanya mengenai uang tersebut. "Sejauh ini tidak ada yang merasa kehilangan uang, apalagi jumlahnya puluhan juta," tambahnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Uang Puluhan Juta Berceceran di Saluran Irigasi, Satu Petani Dapat Rp 10 Juta", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2020/11/22/11220011/uang-puluhan-juta-berceceran-di-saluran-irigasi-satu-petani-dapat-rp-10-juta?page=all#page2.

Editor : Rachmawati

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
Uang Puluhan Juta Berceceran di Saluran Irigasi, Satu Petani Dapat Rp 10 Juta Kompas.com - 22/11/2020, 11:22 WIB Bagikan: Komentar 2 Ilustrasi uang kertas. Lihat Foto Ilustrasi uang kertas.(AFP) Editor Rachmawati KOMPAS.com - Uang puluhan juta tercecer di sepanjang saluran irigasi pertanian di Desa Plumbon, Kecamatan Limpung, Batang, Jawa Tengah sejak Jumat (20/11/2020) pagi. Uang yang tercecer terdiri dari pecahan uang Rp 50.000 dan Rp 100.000. Jumlahnya tak main-main. Ada petani yang mengumpulkan uang hingga Rp 1 juta. Kabar tersebut mencuat di masyarakat. Jumat sore banyak warga yang menyusuri areal persawahan dan pemakaman. Mereka mencari uang di sepanjang saluran irigasi pertanian. Baca juga: Beredar Video Viral Dugaan Politik Uang Calon Bupati Bantul, Bawaslu Masih Telusuri Dilansir dari Tribun Jateng, Nur kHamid salah seorang petani bercerita jika lembaran uang tersebut seolah hanyut terbawa aliran air. "Awalnya saya hanya menemukan Rp 100 ribu. Saat itu saya hendak membersihkan aliran irigasi di ladang," katanya kepada Tribunjateng.com di rumahnya. Ia menganggap uang itu milik seseorang yang jatuh dari kantong ketika berjalan di sekitar aliran irigasi. Baca juga: KPK Dalami Dugaan Pemberian Uang kepada Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin Namun tetapa terkejutnya Nur Khamid saat ia melihat lembaran uang lain yang mengapung di aliran irigasi. "Uangnya tidak cuma basah, ada yang terkena lumpur. Satu per satu saya pungut di sepanjang aliran irigasi. Saya kumpulkan, ternyata jumlahnya banyak," paparnya. Bukan hanya Nur yang menemukan lembaran uang tersebut tapi juga warga yang lain. "Banyak (orang) yang mendapatkan namun jumlahnya saya tidak tahu. Kalau saya hampir Rp 10 juta," jelasnya. Uang yang dipungut itu dia bawa ke rumah untuk dibersihkan. "Saya jemur di dapur supaya kering. Uang tersebut belum saya gunakan untuk membeli barang, saya simpan. Siapa tahu pemiliknya mencari uang tersebut," jelasnya. Baca juga: Kasus Raibnya Uang Winda Earl, Polisi Sita Aset Kepala Cabang Maybank Cipulir Bank nyatakan uang itu asli Ilustrasi uang Lihat Foto Ilustrasi uang(KOMPAS/HERU SRI KUMORO) Sementara itu Agus Arjito, Kepala Desa Plumbon, mengatakan para petani mendapati uang tersebut mulai pukul 05.00 WIB. "Setelah itu, warga beramai-ramai mencari uang lain di areal persawahan. Bahkan sampai menjelang petang baru pulang ke rumah," kata Agus. Agus mengaku sempat membawa contoh uang tersebut ke kantor BRI di dekat balai desa. Pegawai bank yang memeriksanya memakai alat deteksi menyatakan uang tersebut asli. "Uang itu asli bukan uang palsu. Total uang yang bisa kami data di angka Rp 23 juta, itu belum yang ditemukan warga lain." "Kami baru mendata 12 petani yang pertama kali menemukan uang tersebut," imbuhnya. Baca juga: Harga Jual Rp 26 Miliar, Penemu Batu yang Diduga Meteor Dapat Uang Rp 200 Juta, Ini Ceritanya Pemerintah Desa Plumbon sudah berkoordinasi dengan desa di sekitanya mengenai uang tersebut. "Sejauh ini tidak ada yang merasa kehilangan uang, apalagi jumlahnya puluhan juta," tambahnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Uang Puluhan Juta Berceceran di Saluran Irigasi, Satu Petani Dapat Rp 10 Juta", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2020/11/22/11220011/uang-puluhan-juta-berceceran-di-saluran-irigasi-satu-petani-dapat-rp-10-juta?page=all#page2.

Editor : Rachmawati

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
Uang Puluhan Juta Berceceran di Saluran Irigasi, Satu Petani Dapat Rp 10 Juta Kompas.com - 22/11/2020, 11:22 WIB Bagikan: Komentar 2 Ilustrasi uang kertas. Lihat Foto Ilustrasi uang kertas.(AFP) Editor Rachmawati KOMPAS.com - Uang puluhan juta tercecer di sepanjang saluran irigasi pertanian di Desa Plumbon, Kecamatan Limpung, Batang, Jawa Tengah sejak Jumat (20/11/2020) pagi. Uang yang tercecer terdiri dari pecahan uang Rp 50.000 dan Rp 100.000. Jumlahnya tak main-main. Ada petani yang mengumpulkan uang hingga Rp 1 juta. Kabar tersebut mencuat di masyarakat. Jumat sore banyak warga yang menyusuri areal persawahan dan pemakaman. Mereka mencari uang di sepanjang saluran irigasi pertanian. Baca juga: Beredar Video Viral Dugaan Politik Uang Calon Bupati Bantul, Bawaslu Masih Telusuri Dilansir dari Tribun Jateng, Nur kHamid salah seorang petani bercerita jika lembaran uang tersebut seolah hanyut terbawa aliran air. "Awalnya saya hanya menemukan Rp 100 ribu. Saat itu saya hendak membersihkan aliran irigasi di ladang," katanya kepada Tribunjateng.com di rumahnya. Ia menganggap uang itu milik seseorang yang jatuh dari kantong ketika berjalan di sekitar aliran irigasi. Baca juga: KPK Dalami Dugaan Pemberian Uang kepada Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin Namun tetapa terkejutnya Nur Khamid saat ia melihat lembaran uang lain yang mengapung di aliran irigasi. "Uangnya tidak cuma basah, ada yang terkena lumpur. Satu per satu saya pungut di sepanjang aliran irigasi. Saya kumpulkan, ternyata jumlahnya banyak," paparnya. Bukan hanya Nur yang menemukan lembaran uang tersebut tapi juga warga yang lain. "Banyak (orang) yang mendapatkan namun jumlahnya saya tidak tahu. Kalau saya hampir Rp 10 juta," jelasnya. Uang yang dipungut itu dia bawa ke rumah untuk dibersihkan. "Saya jemur di dapur supaya kering. Uang tersebut belum saya gunakan untuk membeli barang, saya simpan. Siapa tahu pemiliknya mencari uang tersebut," jelasnya. Baca juga: Kasus Raibnya Uang Winda Earl, Polisi Sita Aset Kepala Cabang Maybank Cipulir Bank nyatakan uang itu asli Ilustrasi uang Lihat Foto Ilustrasi uang(KOMPAS/HERU SRI KUMORO) Sementara itu Agus Arjito, Kepala Desa Plumbon, mengatakan para petani mendapati uang tersebut mulai pukul 05.00 WIB. "Setelah itu, warga beramai-ramai mencari uang lain di areal persawahan. Bahkan sampai menjelang petang baru pulang ke rumah," kata Agus. Agus mengaku sempat membawa contoh uang tersebut ke kantor BRI di dekat balai desa. Pegawai bank yang memeriksanya memakai alat deteksi menyatakan uang tersebut asli. "Uang itu asli bukan uang palsu. Total uang yang bisa kami data di angka Rp 23 juta, itu belum yang ditemukan warga lain." "Kami baru mendata 12 petani yang pertama kali menemukan uang tersebut," imbuhnya. Baca juga: Harga Jual Rp 26 Miliar, Penemu Batu yang Diduga Meteor Dapat Uang Rp 200 Juta, Ini Ceritanya Pemerintah Desa Plumbon sudah berkoordinasi dengan desa di sekitanya mengenai uang tersebut. "Sejauh ini tidak ada yang merasa kehilangan uang, apalagi jumlahnya puluhan juta," tambahnya. Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Misteri Uang Puluhan Juta Rupiah Berceceran di Saluran Irigasi Plumbon Batang

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Uang Puluhan Juta Berceceran di Saluran Irigasi, Satu Petani Dapat Rp 10 Juta", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2020/11/22/11220011/uang-puluhan-juta-berceceran-di-saluran-irigasi-satu-petani-dapat-rp-10-juta?page=all#page2.

Editor : Rachmawati

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L
Uang Puluhan Juta Berceceran di Saluran Irigasi, Satu Petani Dapat Rp 10 Juta Kompas.com - 22/11/2020, 11:22 WIB Bagikan: Komentar 2 Ilustrasi uang kertas. Lihat Foto Ilustrasi uang kertas.(AFP) Editor Rachmawati KOMPAS.com - Uang puluhan juta tercecer di sepanjang saluran irigasi pertanian di Desa Plumbon, Kecamatan Limpung, Batang, Jawa Tengah sejak Jumat (20/11/2020) pagi. Uang yang tercecer terdiri dari pecahan uang Rp 50.000 dan Rp 100.000. Jumlahnya tak main-main. Ada petani yang mengumpulkan uang hingga Rp 1 juta. Kabar tersebut mencuat di masyarakat. Jumat sore banyak warga yang menyusuri areal persawahan dan pemakaman. Mereka mencari uang di sepanjang saluran irigasi pertanian. Baca juga: Beredar Video Viral Dugaan Politik Uang Calon Bupati Bantul, Bawaslu Masih Telusuri Dilansir dari Tribun Jateng, Nur kHamid salah seorang petani bercerita jika lembaran uang tersebut seolah hanyut terbawa aliran air. "Awalnya saya hanya menemukan Rp 100 ribu. Saat itu saya hendak membersihkan aliran irigasi di ladang," katanya kepada Tribunjateng.com di rumahnya. Ia menganggap uang itu milik seseorang yang jatuh dari kantong ketika berjalan di sekitar aliran irigasi. Baca juga: KPK Dalami Dugaan Pemberian Uang kepada Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin Namun tetapa terkejutnya Nur Khamid saat ia melihat lembaran uang lain yang mengapung di aliran irigasi. "Uangnya tidak cuma basah, ada yang terkena lumpur. Satu per satu saya pungut di sepanjang aliran irigasi. Saya kumpulkan, ternyata jumlahnya banyak," paparnya. Bukan hanya Nur yang menemukan lembaran uang tersebut tapi juga warga yang lain. "Banyak (orang) yang mendapatkan namun jumlahnya saya tidak tahu. Kalau saya hampir Rp 10 juta," jelasnya. Uang yang dipungut itu dia bawa ke rumah untuk dibersihkan. "Saya jemur di dapur supaya kering. Uang tersebut belum saya gunakan untuk membeli barang, saya simpan. Siapa tahu pemiliknya mencari uang tersebut," jelasnya. Baca juga: Kasus Raibnya Uang Winda Earl, Polisi Sita Aset Kepala Cabang Maybank Cipulir Bank nyatakan uang itu asli Ilustrasi uang Lihat Foto Ilustrasi uang(KOMPAS/HERU SRI KUMORO) Sementara itu Agus Arjito, Kepala Desa Plumbon, mengatakan para petani mendapati uang tersebut mulai pukul 05.00 WIB. "Setelah itu, warga beramai-ramai mencari uang lain di areal persawahan. Bahkan sampai menjelang petang baru pulang ke rumah," kata Agus. Agus mengaku sempat membawa contoh uang tersebut ke kantor BRI di dekat balai desa. Pegawai bank yang memeriksanya memakai alat deteksi menyatakan uang tersebut asli. "Uang itu asli bukan uang palsu. Total uang yang bisa kami data di angka Rp 23 juta, itu belum yang ditemukan warga lain." "Kami baru mendata 12 petani yang pertama kali menemukan uang tersebut," imbuhnya. Baca juga: Harga Jual Rp 26 Miliar, Penemu Batu yang Diduga Meteor Dapat Uang Rp 200 Juta, Ini Ceritanya Pemerintah Desa Plumbon sudah berkoordinasi dengan desa di sekitanya mengenai uang tersebut. "Sejauh ini tidak ada yang merasa kehilangan uang, apalagi jumlahnya puluhan juta," tambahnya. Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Misteri Uang Puluhan Juta Rupiah Berceceran di Saluran Irigasi Plumbon Batang

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Uang Puluhan Juta Berceceran di Saluran Irigasi, Satu Petani Dapat Rp 10 Juta", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2020/11/22/11220011/uang-puluhan-juta-berceceran-di-saluran-irigasi-satu-petani-dapat-rp-10-juta?page=all#page2.

Editor : Rachmawati

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Prosedur Balik Nama Kendaraan Bermotor

Selamat Tahun Baru 2020, semoga keberkahan dan kesehatan selalu kita dapatkan sepanjang tahun 2020. Aamiin...

Sudah 1 tahun lebih, saya tidak membuat tulisan atau memposting artikel baik artikel tulisan sendiri maupun meng-copy dari web lain.

Dan, sekarang saya akan membuat artikel di awal tahun 2020 tentang prosedur atau tahapan memperbaharui data kepemilikan kendaraan, ketika kita membeli sebuah kendaraan bermotor second (red: bekas)  baik mobil maupun motor roda dua.

Bahasan kali ini  saya batasi pada pembaharuan data kendaraan bermotor roda dua dengan asumsi KTP masih satu area lokasi kantor SAMSAT yang sama. Saya ambil contoh daerah Depok, yaitu SAMSAT Cinere.karena rumah tinggal saya di Bojongsari. hehehhehe....

Bersihkan Batu Ginjal dengan Buah Semangka, Caranya?

Bersihkan Batu Ginjal dengan Buah Semangka, Caranya?
 
Di era sekarang, konsumsi junk food dan jus kalengan telah meningkat banyak. Tentunya itu tidak baik untuk kesehatan. Olahan makanan ini, mengandung gula tinggi dan bahan kimia yang beracun dan berbahaya bagi tubuh kita.

Sehingga mau tidak mau, tubuh harus mengolah makanan ini lebih berat. Dan beberapa organ-organ bisa terkena dampaknya. Untuk itu, tubuh harus melakukan detoksifikasi yang lebih berat lagi untuk menghilangkan racun.

12 Tanda Orang Akan Menemui Ajal dari Kacamata Medis

Kematian adalah sebuah takdir yang sudah dikehendaki oleh Tuhan. Tak ada satupun yang dapat menebak umur manusia, karena itu merupakan rahasia Illahi.
Namun, dunia medis bisa mendeteksi ketika seseorang yang sedang sakit sudah mendekati kematian. Ternyata, hal itu bisa diketahui melalui ciri-ciri fisik.

Tinggalkan 4 Kebiasaan ini Agar Ginjal Tetap Sehat

 - 



ORGAN GINJAL

Fungsi ginjal amat penting, ginjal merupakan organ yang memiliki banyak fungsi diantaranya yakni menyaring partikel kotor di darah dan cairan tubuh, Ginjal juga berfungsi sebagai menjaga tekanan darah. Organ ginjal merupakan organ yang rentan alami kerusakan ini disbabkan ginjal yang berfungsi juga sebagai pengolah limbah atau racun didalam tubuh.

Selain itu, ginjal juga bisa alami kerusakan oleh kebiasan-kebiasaa yang dilakukan setipa hari. Apa kebiasaan tersebut, berikut penjelasannya:

1. Rutin Minum Minuman Berenergi

Minuman energi mrupakan minuman yang berbahaya untuk tubuh jika dikonsumsi terlalu banyak, selain itu minum kopi, soda, teh dalam jumlah banyak sangat membahayakan ginjal. Hindarilah kebiasaan buruk ini dan utamakan minum minuman alami saja seperti air putih.

Air putih sangat baik untuk ginjal selain bisa menjaga cairan tubuh tetap seimbang air putih dapat membantu melancarkan fungsi ginjal saat melarutkan racun.

Oh Mama Oh Papa: Suamiku Terpaksa Menikahi Putri Bosnya


Meski Deni sudah menikah dengan Indah, tidak membuat Rini berhenti mencintai Deni. Rini sendiri merupakan anak bos di tempat Deni bekerja. Karena bertemu tiap hari di kantor, Rini bisa leluasa mendekati Deni dengan segala macam cara. Semula, Aryo sudah meminta agar Rini tidak mengganggu rumah tangga Deni, namun obsesi Rini pada Deni membuatnya lupa segalanya. Puncaknya, ketika Aryo meninggal. Otomatis segala kuasa atas perusahaan jatuh pada Rini. Perempuan itu makin getol mendekati Deni. Meski demikian, Deni masih setia pada Indah.

Ujian Nasional Akan Segera Digelar, Berikut Jadwalnya

Reporter : Maulana Kautsar | Senin, 19 Maret 2018 06:01

Peserta UNBK 2016 Dari SMA 70 Jakarta (Foto Liputan6.com/Gempur M Surya)
Terdapat perbedaan pada soal isian tertulis.
Dream - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan Ujian Nasional (UN) 2018 akan digelar pada April 2018 mendatang. Sebanyak 8,1 juta siswa dan 96 ribu satuan pendidikan akan mengikuti ujian tersebut. 

Logo SMP Raudlatul Falah


Ini adalah Logo atau lambang Sekolah SMP Raudlatul Falah Curug Depok

Tergolek Sakit, Mantan Gubernur BI Menolak Diterbangkan ke Singapura



Rachmat Saleh dan Dorodjatun Kuntjorojakti. (Foto: Dok.Maman Suherman)
Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI), Rachmat Saleh terbaring sakit dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta Pusat. Rachmat yang menjabat Gubernur Bank Indonesia pada periode 1973-1983 itu, dirawat sejak akhir pekan lalu.

Purwati, Pedagang Kopi Keliling yang Anaknya Berangkat ke Kanada

Nibras Nada Nailufar
Kompas.com - 06/10/2017, 10:09 WIB
Purwati (45), pedagang kopi keliling di Kramat, Senen, Jakarta Pusat.  Purwati tak punya rumah tetapi anaknya berhasil berangkat ke Kanada. Dalam foto ini Purwati bersama anak bungsunya Subehi (8) saat ditemui di tempat tinggal mereka di Jalan Gandastuli, Kamis (6/10/2017).
 
Purwati (45), pedagang kopi keliling di Kramat, Senen, Jakarta Pusat. Purwati tak punya rumah tetapi anaknya berhasil berangkat ke Kanada. Dalam foto ini Purwati bersama anak bungsunya Subehi (8) saat ditemui di tempat tinggal mereka di Jalan Gandastuli, Kamis (6/10/2017). 


"Benar enggak sih anak saya berangkat ke Kanada?" tanya Purwati saat ditemui di tempat tinggalnya di persimpangan Jalan Gandastuli, Jakarta Pusat, Kamis (5/10/2017) petang. Pertanyaan itu terus-menerus dilontarkan Purwati ketika berbicara dengan Kompas.com.

Apa SKCK dan Bagaimakah Cara mendapatkannya?

Pondok Petir, 10 Juli 2017
By Han Tanaka

SKCK itu apa sih?
Dan bagaimakah cara untuk mendapatkannya?
Dan untuk apa?

SKCK adalah Surat Keterangan Catatan Kepolisian atau sebuah surat pernyataan yang dibuat atau dikeluarkan dari pihak kepolisian setempat atau sekitar tempat tinggal seseorang atas status dirinya, apaakah pernah terlibat dengan pelanggaran hukum/ sedang terjerat kasus hukum atau tidak bahkan belum terjerat kasus hukum sekalipun.

CARA MEMBELI PAKET NELPON KE SEMUA OPERATOR DARI TELKOMSEL

Pondok Petir, 09 Juli 2017
by Han Tanaka

Banyak pengguna Telkomsel  beranggapan dan merasakan bahwa untuk melakukan panggilan telpon biayanya sangat mahal, apalagi ke nomor dari operator lain. 
Yapzzz, tidak salah lagi, apalagi di jam sibuk wuzzzz….sangat terasa mahalnya.

Terus, bagaimana solusi terbaiknya, agar kita tetap bisa menggunakan nomor telkomsel tercinta kita dan tidak membuat kantong kedodoran?

Sangat penting ketika untuk komunikasi bisnis ataupun sekedar sambung silaturahim dengan keluarga yang memiliki berbagai macam provider berbeda dengan milik sendiri.

Kisah Sukses: Dulu Dianggap Pengemis, Sekarang Bos


Dianggap Pengemis Karena Keterbatasan Fisik

Keterbatasan fisik bukan penghalang meraih kesuksesan. Paling tidak itulah yang tercermin pada Sugimun, pemilik tiga unit toko elektronik “Cahaya Baru”
Suatu ketika Sugimun pergi ke solo untuk membeli mobil. Ketika akan masuk ke sebuah shoowroom mobil, seorang karyawan menghampirinya dan mengulurkan uang recehan kepadanya. Diperlakukan seperti itu Sugimun segera menukas, “Oh, saya bukan pengemis, Mas. Saya cari mobil.”
Tentu saja si karyawan tersebut kaget dan cepat-cepat masuk ke dalam sambil menanggung malu.
Menurut Sugimun, si karyawan mengira dirinya seorang pengemis karena menggunakan kursi roda, “Waktu itu sopir saya sudah duluan masuk show room,” kenang Sugimun tersenyum.
Lelaki yang lahir tahu 1970, di dusun Mojopuro, Magetan, Jawa Timur ini adalah pemillik toko elektronik “Cahaya Baru” di kota trenggalek dan Magetan, Jawa Timur.

Beruntungnya Orang yang Membaca Al-Quran Setiap Hari


This picture taken on June 30, 2014 shows Chinese Muslims reading the Koran at a mosque in Tancheng, in eastern China's Shandong province, at the beginning of the holy month of Ramadan. Across the Muslim world, the faithful fast from dawn to dusk, and abstain from eating, drinking, smoking and having sex during that time as they strive to be more pious and charitable.
SEBAGAI umat Islam kita memiliki pedoman hidup yaitu Al-Quran. Dengan Al-Quran inilah hidup kita akan terarah dan berada di jalan yang benar. Selain mengarahkan kita ke jalan yang benar, Al-Quran memiliki banyak keutamaan bagi orang yang membacanya. Berikut ini akan kami bahas 17 keutamaan membaca Al-Quran setiap hari yang dikutip dari duniaislam.org.
1. Sebaik-Baik Manusia yang Mempelajari dan Mengajarkan Al-Quran

Penginapan Murah Jogja - Disimpan ya, Inilah Daftar Hotel di Bawah Rp 100 Ribu di Kota Gudeg

Rabu, 5 Oktober 2016 22:01

Tribun Jogja/Hamim Thohari
Yogyakarta 
Laporan Wartawan TribunTravel.com, Wahyu Vitaarum
TRIBUNTRAVEL.COM - Kota Yogyakarta dikenal sebagai surganya para wisatawan yang ingin menikmati sensasi liburan nyaman dan tenteram, guys.
Jika kamu udah berencana tamasya ke Kota Pelajar, namun kantong limit, nggak lucu dong bila batal liburan, guys.
Ini nih daftar penginapan di Jogja yang cocok banget bagi para backpacker dengan harga di bawah Rp 100 ribu per malam dilansir TribunTravel.com dari berbagai sumber.
1. Hotel Rengganis

Beginilah Cara Dr Zakir Naik Mendidik Anaknya, Inspirasi Bagi Kita

Banyak yang ingin tahu bagiamana Zakir Naik yang merupakan da’i Islam Internasioanl yang menguasai kitab suci berbagai agama itu dalam mendidik anak-anaknya. Da’i yang ceramahnya selalu dihadiri ribuan bahkan pernah jutaan orang dan menjadi sebab hidayah bagi banyak sekali manusia ini pernah menjawabnya langsung dalam sebuah forum di Malaysia. Dan ternyata anak-anak beliau hafal Al-Quran dan menguasai sabuk hitam  beladiri sejak kecil !.
Ada seorang siswi bertanya kepada Dr Zakir Naik tentang bagaimana mendidik anak-anaknya sehingga bisa menjadi penceramah internasional.
“Bagaimana kau membesarkan putrimu menjadi penceramah internasional yang sukses sedangkan wanita dianggap lemah dan rapuh? Terima kasih,” kata seorang siswi Sekolah Permata Insan.

Siapa Sebenarnya Ustadz DR Khalid Basalamah ? Lihat fakta-fakta mencengangkan tentang BELIAU !

Siapakah sebenarnya dia?
Lihat fakta-fakta mencengangkan tentang Ustadz Dr. Khalid Basalamah yang akan membuat anda terkejut membacanya. Kami disini akan membahas 9 fakta tentang Ustadz Khalid Basalamah yang mungkin banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahuinya.

FAKTA 1 : RESTORAN

Sosok Lelaki ini Selalu Ada Dimanapun Raja Salman Berada .. “Ternyata Inilah Skill Yang Dimilikinya “

Sosok Lelaki ini Selalu Ada Dimanapun Raja Salman Berada .. “Ternyata Inilah Skill Yang Dimilikinya “
Sosok Lelaki ini Selalu Ada Dimanapun Raja Salman Berada .. “Ternyata Inilah Skill Yang Dimilikinya “



Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud rencananya akan berkunjung ke Indonesia pada 1-9 Maret 2017.
Pria Gundul Ini Pasti Ada Di Dekat Raja Salman Kemanapun Dia Pergi, Ternyata Dia Punya Skill Diatas Kopassus
Dalam kunjungannya ke Indonesia, Ia akan serta merta membawa 1.500 anggota delegasi, termasuk 10 menteri pos penting dan 25 pangeran.

Sering Minum Sambil Berdiri? Anda Wajib Baca Ini!

minun - Sering  Minum Sambil Berdiri? Anda Wajib Baca Ini! - minum-300x201
INSPIRADTA. Apakah anda sering minum sambil berdiri? Sebaiknya jangan anda lakukan lagi, karena dilihat dari etika, minum sambil berdiri dianggap tidak sopan. Selain itu agama islam pun mengajarkan umatnya untuk minum sambil duduk.
Dilansir oleh Dream.co.id, Ternyata apabila dilihat dari segi medis, larangan minum sambil berdiri tersebut ada baiknya untuk kesehatan ginjal.

Tips Mengatur Pengeluaran Setiap Bulan

Ahad , 26 February 2017, 18:32 WIB

Red: Esthi Maharani

Mengatur pengeluaran setiap bulan bila tidak mengetahui tekniknya dapat menyebabkan Anda berada di middle income trap atau jebakan kelas menengah, yaitu merasa kesusahan mendekati waktu gajian atau keuangan stabil tapi tabungan atau aset yang dimiliki tidak bertambah.
Tipsnya adalah memisahkan pengeluaran primer, sekunder, dan tersier. Ini berguna untuk mengatur seberapa banyak alokasi dana untuk setiap pos dan juga menabung.

"Idealnya, menabung itu gaji dikurangi biaya hidup," kata pendiri Janus.ID, Aakar Abyasa Fidzuno, Jumat (24/2).