Cerita ular siluman penunggu Gua Lalay tempat tewasnya mahasiswa UIN

Reporter : Ya'cob Billiocta | Selasa, 10 Februari 2015 12:46



Cerita ular siluman penunggu Gua Lalay tempat tewasnya mahasiswa UIN
Ilustrasi Gua Lalay. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman




Merdeka.com - Air bah yang datang tiba-tiba, membuat belasan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang sedang rafting di Gua Lalay panik, Senin (9/2). Tujuh mahasiswa selamat meski mengalami luka, dua tewas dan seorang pemandu wisata hilang dan masih dicari tim SAR.
Gua Lalay, dalam bahasa Indonesia berarti Gua Kelelawar, berada di Desa Sukadana, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Gua ini merupakan salah satu andalan wisata, dan termasuk dalam kawasan Green Canyon Majalengka.

Untuk mencapai kompleks gua, dibutuhkan perjalanan sekitar 2 kilometer dari Argapura, dan 16 kilometer dari Majalengka.
Sedangkan untuk menuju mulut gua, ditempuh melalui jalan kaki dengan kontur tanah yang mendaki dan curam. Tidak jauh dari gua terdapat air terjun pelangi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Gua Lalay tak luput dari cerita rakyat turun temurun. Warga di sekitar menyakini gua dijaga oleh ular siluman berkepala manusia disebut oray lalaki atau ular laki-laki.
Besar ular tidak wajar. Dulunya ular mendiami kawasan Gunung Ceremai yang sekarang masuk dalam daftar taman nasional. Karena ular sering mengganggu, akhirnya warga memindahkan ke Gua Lalay.
Terlepas dari cerita rakyat tersebut, Gua Lalay memang memiliki daya tarik bagi pelancong. Meski akses menuju lokasi tak mudah, tetapi semua terbayar dengan keindahan gua yang ditemukan oleh penambang setempat.