Ical Pernah Lebih Miskin daripada Pengemis

Achmad Faizal | I Made Asdhiana | Sabtu, 5 Mei 2012 | 14:22 WIB

 
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie.

Menjadi seorang pengusaha sukses tidak dilalui dengan mudah oleh Aburizal Bakrie yang akrab disapa Ical. Saat Indonesia dilanda krisis, Ical mengaku menjadi orang termiskin, bahkan lebih miskin dari seorang pengemis.
Saat krisis, uang saya memang miliaran, tapi utang saya triliunan.
-- Aburizal Bakrie
''Pengemis mungkin masih menyimpan sedikit uang meskipun hasil pemberian orang. Tapi saat krisis, uang saya memang miliaran, tapi utang saya triliunan,'' katanya dalam forum temu pelajar SMA dan SMK di Surabaya, Sabtu (5/5/2012).

Dalam kondisi seperti itu, kata Ical, sebagai pengusaha, tidak lantas patah semangat dan putus asa. ''Harus ada ide-ide kreatif dan berani untuk kembali menyelamatkan perusahaan,'' ujarnya.
Dalam forum itu, Ical dalam kapasitasnya sebagai pengusaha memberikan kiat-kiat sukses berwirausaha kepada puluhan pelajar SMA/SMK Gema 45 Surabaya. Ical menekankan pentingnya kerja sama dengan semua pihak untuk memajukan usaha. ''Modal memang penting, tapi bukan utama. Yang terpenting adalah ide kreatif dan jaringan yang luas untuk membuka akses kerja sama,'' katanya.
Di hadapan puluhan pelajar, Ketua Umum Partai Golkar itu bercerita tentang perjalanan hidupnya dari masih kecil yang kerap disuruh berdagang ke Pasar Kembang Jepun Surabaya, hingga keinginannya memiliki usaha perkebunan dengan modal yang sangat minim.
Forum tersebut adalah salah satu agenda safari politik Aburizal Bakrie di Jawa Timur sejak Jumat (4/5/2012). Selanjutnya, Ical diagendakan membuka Rakerda Partai Golkar Surabaya dan berdialog dengan pedagang Pasar Atom Surabaya yang sebagian besar warga keturunan Tionghoa.

Sumber : SURABAYA, KOMPAS.com