Mempersiapkan Keuangan Sebelum Berhenti Kerja

Banyak sekali orang yang tahan bekerja di satu tempat sejak lulus kuliah hingga mencapai usia pensiun. Namun banyak juga yang berpindah-pindah tempat. Beberapa alasan menjadi “kutu loncat” antara lain karena memperoleh tawaran yang lebih menarik, bosan dan ingin mencoba hal baru, atau ada keinginan untuk aktualisasi diri.

Apapun alasannya, sudah seharusnya semua dilakukan dengan perencanaan yang matang dan mantap dari segi mental maupun keuangan. Karena semua keputusan tidak boleh disesali, dan kita harus siap untuk dapat menjalankan segala konsekuensinya.

Lalu bagaimana kita tahu bahwa kita sudah mantap berhenti kerja? Ada tiga langkah yang harus dilakukan.


1. Cari tahu.
Datangi bagian Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menanyakan kewajiban apa saja yang harus dipenuhi sebelum berhenti bekerja, dan fasilitas apa saja yang hilang atau harus dikembalikan. Tidak dapat dipungkiri, seringkali seseorang bertahan pada suatu pekerjaan karena fasilitas yang diterima. Tanyakan kepada diri sendiri apakah siap mengalami perubahan atas fasilitas tersebut?

2. Perencanaan Keuangan.
Tentukan tujuan keuangan Anda dan skala prioritasnya. Sesuaikan kemampuan per bulan atau per tahun untuk alokasi investasi bagi tercapainya tujuan keuangan yang ada. Mulailah membuat perencanaan terkait perubahan fasilitas, misalnya asuransi kesehatan yang tak lagi didapat dari kantor. Pastikan perusahaan selanjutnya dapat memberikan fasilitas paling tidak sama dengan yang didapatkan saat ini. Jika tidak, maka pastikan kita mampu membayar sendiri fasilitas tersebut.

3. Cashflow.
Otomatis dengan berpindah kerja, pendapatan akan berubah dan perubahan fasilitas yang didapatkan juga akan mempengaruhi pengeluaran bulanan maupun tahunan. Buatlah beberapa alternatif cashflow. Pertimbangkan semua sisi positif dan negatif dari masing- masing. Pada akhirnya akan tampak versi yang “realisitis” untuk kita jalani. Pastikan kondisi tersebut juga didiskusikan dengan orang terdekat, karena hal ini akan berpengaruh kepada mereka.


Inilah gunanya memiliki perencanaan keuangan agar semua proses pencapaian tujuan dapat dilaksanakan secara terencana dan menyeluruh walaupun harus berpindah kerja untuk mengejar karir.

Jadi, sudah siapkah resign?


Titis, QM Planner
www.qmfinancial.com
http://yahoo.com