Tergolek Sakit, Mantan Gubernur BI Menolak Diterbangkan ke Singapura



Rachmat Saleh dan Dorodjatun Kuntjorojakti. (Foto: Dok.Maman Suherman)
Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI), Rachmat Saleh terbaring sakit dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta Pusat. Rachmat yang menjabat Gubernur Bank Indonesia pada periode 1973-1983 itu, dirawat sejak akhir pekan lalu.


Salah seorang menantu Rachmat Saleh, Maman Suherman mengatakan mertuanya itu sudah tiga kali menjalani perawatan di rumah sakit dalam dua bulan terakhir ini. “Yang sekarang ini sudah dirawat di rumah sakit sejak hari Sabtu lalu,” katanya saat dihubungi kumparan (kumparan.com), Kamis (18/1).

Menurutnya, Rachmat sulit untuk mengonsumsi makanan sehingga tubuhnya makin ringkih. “Jadi enggak ada makanan yang bisa masuk,” jelasnya. Hal itulah yang membuatnya harus dirawat di RS untuk mendapat asupan nutrisi melalui cairan infus.

Maman menambahkan, selama mertuanya dirawat sejumlah pejabat serta pensiunan Bank Indonesia dan Kementerian Perdagangan telah datang menjenguk. Termasuk Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, yang kata Maman telah menganggap Rachmat seperti ayahnya sendiri.
Dari Gubernur BI-lah, ujar Maman, mencuat niat untuk menerbangkan Rachmat Saleh ke rumah sakit di Singapura untuk mendapat perawatan yang lebih optimal. “Namun Bapak menolak. Sudah sikapnya dari dulu, enggak mau merepotkan negara. Apalagi kalau sampai pengobatannya dibiayai uang rakyat.”
Mantan Gubernur BI Rachmat Saleh dirawat. (Foto: Dok. Istimewa)

Rachmat Saleh yang pada 1 Mei 2018 mendatang akan genap berusia 88 tahun, selain pernah menjabat Gubernur Bank Indonesia, juga pernah menjabat Menteri Perdagangan pada 1983-1988. Pria kelahiran Surabaya itu, mengawali kariernya di BI sebagai staf umum di Bagian Statistik.
Setelah menuntaskan jabatan sebagai Gubernur BI, dia diangkat menjadi Menteri Perdagangan menggantikan Radius Prawiro, yang sebelumnya juga pernah menjabat Gubernur Bank Indonesia.


No comments:

Post a Comment